Menjaga Kesehatan Mental di Era Quarter Life Crisis

Menjaga Kesehatan Mental di Era Quarter Life Crisis. FOTO: ISTIMEWA

NASIONAL – Quarter Life Crisis adalah periode saat seseorang berada di rentang usia 18-30 tahun yang merasa tidak memiliki arah dalam hidup dan khawatir terhadap kehidupannya di masa depan. Biasanyaa kekhawatiran tersebut meliputi masalah percintaan, karier, dan kehidupan sosial. Efek dari hal tersebut dapat mengganggu kehidupan, jika tidak dikelola secara baik. Salah satu efek yang cukup besar dari quarter life crisis adalah terganggunya kesehatan mental. Karena itu, masa quarter life crisis ini perlu dikelola dengan baik agar tidak mendatangkan kerugian pada diri.

Ada beberapa tanda-tanda quarter life crisis yang sering dialami, yakni sering merasa bingung dengan kehidupan masa depannya, merasa terjebak ke dalam hal yang tidak disukai, dan sulit mengambil keputusan dalam sebuah pilihan. Apalagi di jaman sekarang ini banyak pilihan-pilihan terhampar luas. Seperti misalnya pilihan dalam menentukan sebuah jurusan kuliah dan pilihan dalam menentukan pekerjaan yang semakin banyak jenisnya. Misalnya, kalau dulu masyarakat hanya mengenal pekerjaan sekadar karyawan, guru, tentara, dokter, dan sebagainya. Namun, saat ini kondisi teknologi semakin berkembang, banyak pilihan-pilihan pekerjaan yang membuat banyak orang bingung dan galau dalam menentukannya.

Fase quarter life crisis biasanya terjadi pada seseorang yang sedang beranjak dewasa. Kayak anak-anak millenial sekarang ini, nih. Beberapa penyebab quarter life crisis antara lain:

  • Adanya masalah finansial atau pekerjaan
  • Sedang merintis dan merencanakan masa depan
  • Insecure (merasa tidak aman)
  • Adanya teman sebaya yang sudah sukses lebih dulu
  • Overthinking
  • Hidup mandiri untuk pertama kalinya

Namun, sebenarnya kondisi quarter life crisis ini adalah fase yang normal ketika kita alami dalam hidup. Dalam perubahan-perubahan hidup kita, kita pasti bakalan mengalami kekhawatiran-kekhawatiran dalam hidup. Hal ini wajar, kalau kita bisa menghadapinya dan melewatinya sehingga tidak sampai membuat kesehatan mental kita breakdown.

Kesehatan mental adalah kondisi ketika batin dan watak kita sebagai manusia dalam keadaan normal, tenteram, dan tenang, sehingga dapat menjalankan aktivitas dan menikmati kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu dampak dari quarter life crisis adalah terganggunya kesehatan mental. Hal ini bisa terjadi ketika kita tidak bisa menghadapi dan melewati masa quarter life crisis tersebut dengan baik. Maka dari itu, penting untuk kita bisa menjaga kesehatan mental di masa quarter life crisis. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita di masa quarter life crisis, antara lain :

  1. Tidak membandingkan diri dengan orang lain. Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, itu hanya akan membuang-buang waktu dan membuat kita semakin khawatir dengan kehidupan kita di masa depan. Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik kita fokus pada apa yang sebenarnya kita inginkan.
  1. Menjaga keimanan. Jika kita memiliki keimanan yang baik, in syaa allah kita akan mudah menghadapi dan melewati situasi quarter life crisis. Kita menjadi lebih mudah untuk bisa berpikir positif ketika dihadapi suatu kecemasan.
  1. Mengubah rasa keraguan menjadi tindakan. Ketika kita bingung akan suatu hal dalam hidup, jadikan itu sebagai kesempatan untuk menemukan tujuan baru dalam hidup. Isi hari-hari kita dengan hal-hal positif untuk menemukan jawaban atas keraguan itu. Misalnya, kita bingung karena merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang sedang kita jalani. Sembari kita menjalankan tanggung jawab dalam pekerjaan itu, kita bisa mulai mengisi waktu luang dengan menambah wawasan, mencari kelas online untuk menambah keterampilan, atau mengobrol dengan teman untuk mendapatkan solusi.
  2. Mencari dukungan. Support system atau dukungan dari orang terdekat sangat penting loh dalam fase menghadapi quarter life crisis. Dukungan bisa berasal dari keluarga, teman, atau bahkan psikolog.

Cari tahu apa yang paling kita butuhin dan pilih orang yang paling kita percaya untuk membantu melewati fase krisis ini.

Mengalami quarter life crisis memang merupakan hal yang wajar kok, 86 persen generasi milenial mengaku dirinya mengalami quarter life crisis. Namun, supaya kita bisa menghadapi dan melewati quarter life crisis dengan baik, kita harus menjaga kesehatan mental kita. Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting untuk dijaga oleh semua orang, terkhususnya anak muda. Jadi, jangan biarkan quarter life crisis menjadi perusak kesejahteraan diri kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjalani masa muda dan menghadapi quarter life crisis dengan tetap sehat dan bahagia. Mari kelola hidup secara bijak dan jalanilah dalam keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial.

Penulis: Sahida Nur Arofah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *