Belenggu Mental

Belenggu Mental. gambar istimewa

NASIONAL – Belenggu merupakan suatu ikatan yang menghambat seseorang atau sesuatu untuk maju, bentuknya bisa terlihat maupun tidak. Contohnya saat kamu melihat seekor anjing yang diikat lehernya, maka anjing itu tidak bisa berlari jauh karena tali itu menghambatnya, itulah yang dinamakan belenggu. Lalu bagaimana dengan belenggu yang tidak terlihat?

Ada banyak sekali makna di balik belenggu yang tidak terlihat, ketika seseorang tidak bisa pergi atau berkembang lebih maju karena ada sesuatu yang menghambatnya, itulah belenggu tidak terlihat yang biasanya mengikat manusia. Jangan sampai kamu terikat oleh belenggu ini, karena akan ada banyak hal yang terlewatkan saat kamu hanya diam terbelenggu.

Salah satu belenggu yang bisa dikendalikan oleh diri sendiri adalah rasa takut, perasaan ini paling sering membuat seseorang tidak bisa berkembang, dan jangan-jangan kamu salah satunya? Coba lakukan evaluasi diri, apakah sampai saat ini banyak hal yang ingin dilakukan, namun masih belum dilakukan karena banyak hal? Hati-hati, bisa jadi kamu sedang ada dalam belenggu mental.

Meskipun tidak terlihat, tapi belenggu ini bisa membahayakan kehidupanmu. Bayangkan saja, ketika kamu ingin melakukan sesuatu tapi kamu belum juga memulai atau mencari cara untuk bisa mencapainya, karena rasa takut dan tidak percaya diri yang berlebihan. Perasaan seperti itu memang wajar dan pasti dirasakan oleh semua orang, namun jangan sampai hal itu membuatmu gagal.

Hanya diri sendiri yang dapat memutus belenggu mental, melalui evaluasi diri dan menjernihkan pikiran. Buatlah dirimu percaya pada diri sendiri, percaya bahwa kamu punya kemampuan untuk mencapai semua yang diinginkan. Lepaskan belenggu yang mengikatmu, berlarilah lebih jauh dan hilangkan segala ketakutan yang membuatmu hanya duduk terdiam di tempat.

Jika kamu merasa perlu orang lain, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan orang di sekitarmu untuk melepaskan “belenggu” itu. Entah dengan cara mengobrol soal masa depan, berbagi motivasi, saling mendorong semangat, dan yang lainnya. Mau tidak mau, belenggu mental harus segera dimusnahkan demi masa depan yang gemilang.

Penulis: Muhammad Farras Qoid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *