Dampak Buruk Mie Instan untuk Kesehatan

Dampak Buruk Mie Instan untuk Kesehatan. gambar istimewa

NASIONAL – Mie instan adalah makanan yang rasannya sangat enak. Tak heran bila makanan ini banyak dicintai oleh masyarakat. Namun ternyata sering mengkonsumsi mie instan membawa dampak buruk bagi tubuh. Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, terlalu banyak makan mie instan dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, gangguan usus, ginjal hingga obesitas.

Karena dampak buruk yang ditimbulkan, maka sebaiknya konsumsi mie instan dihindari. Sebisa mungkin ganti mie instan dengan makanan lain. Kalaupun ingin makan mie instan, sebaiknya beri tenggang waktu antara 2 – 3 hari.  Jika sudah terbiasa dengan tenggang waktu tersebut, maka bisa diperpanjang menjadi 5 – 6 hari dan seterusnya. Hal ini dapat membantu siapapun mengurangi konsumsi mie instan dengan lebih baik.

Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa mie instan adalah makanan yang merugikan bagi kesehatan tubuh. Kepraktisan dan kemudahan yang dibawa oleh mie instan memang membuat kita menjadi gemar untuk mengkonsumsinya.

Tetapi dibalik semua itu, terdapat bahaya besar yang mengancam kesehatan tubuh kita. Menjaga dari sekarang akan lebih baik dari pada mengobati esok hari. Boleh mengkonsumsi mie instan, akan tetapi tidak berlebihan dan tetap mengutamakan menu makanan sehat dan bergizi.

Zat berbahaya yang terkandung dalam mie instan

Mie instan terbuat dari berbagai komposisi. Biasanya, kita dapat melihatnya dibagian belakang kemasan mie instan. Dalam komposisi tersebut terdapat beberapa zat aditif dan bahan-bahan lain yang berbahaya bagi tubuh. Dibawah ini adalah komposisi mie instan yang terdapat di belakang kemasan mie instan :

  • Mie : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap (nabati dan natrium tripolifosfat), pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan  (TBHQ).
  • Bumbu : Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), bubuk bawang putih, bubuk bawang bombay, perisa ayam (mengandung penguat rasa dinatrium inosinat dan guanilat), bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).
  • Minyak : Minyak sayur dan bawang merah.
    Kecap Manis : Gula (mengandung sulfit), air, kedelai, gandum, garam, bumbu dan rempah-rempah, pengawet (natrium benzoat), minyak nabati.
  • Saus Cabe : Cabe, air, gula, garam, pengental, pengatur keasaman, bumbu, penguat rasa (mononatrium glutamat, dinatrium inosinat dan guanilat), perisa, pengawet (natrium benzoat dan natrium metabisulfit).
  • Bawang Goreng  : mengandung antioksidan TBHQ

Dari komposisi diatas, kita dapat memilah menjadi bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh dan tidak. Dan dari penelitian yang kami lakukan, kami mendapat beberapa bahan berbahaya yang terdapat dalam mie instan.

  1. Berbagai zat adiktif

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan, selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan biasanya bertujuan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga. Dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Berikut ini adalah macam zat aditif yang terkandung dalam mie instan :

  1. MSG (Monosodium glutamat)
    MSG atau disebut juga vetsin biasa ditambahkan kedalam makanan untuk menguatkan rasa dan menambah kelezatan pada makanan. Penggunaan MSG yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menimbulkan penurunan fungsi otak, kanker dan hipertensi.
  2. Pewarna
    Zat aditif jenis pewarna yang terkandung dalam mie instan adalah tartrazin CI 19140. Yaitu pewarna kuning untuk makanan. Penggunaan zat pewarna secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan.
  3. Pengawet
    Penggunaan zat pengawet pada makanan bertujuan untuk menghambat kerusakan pada makanan akibat serangan bakteri dan lain-lain. Jenis pengawet yang terkadung dalam mie instan adalah natrium benzoat dan natrium metabisulfit.
  4. Pengatur Keasaman
    Penggunaan zat pengatur keasaman pada makanan bertujuan untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.

propylene glycol

propylene glycol adalah sejenis bahan anti beku yang akan mencegah mie instan menjadi kering. Apabila kita sering mengkonsumsi zat tersebut, maka zat tersebut akan menumpuk di hati dan ginjal. Hal tersebut akan menyebabkan kerusakan pada organ hati dan ginjal. Dan juga akan melemahkan sistem imunitas tubuh.

Lemak dan sodium

Mie instan mengandung lemak dan sodium yang sangat tinggi. Dan jika kita mengkonsumsi mie instan secara rutin, maka lemak tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kegemukan. Kandungan sodium yang tinggi juga dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan pada ginjal.

Lilin atau Wax

Kandungan lilin dalam mie instan berfungsi untuk membuat mie tetap merekat satu sama lain. Kandungan lilin tersebut dapat merusak sistem kerja pencernaan tubuh, sehingga dapat menyebabkan gangguan jika dikonsumsi secara terus menerus dan dapat mengakibatkan tumbuhnya sel penyebab kanker. Selain itu tubuh juga akan mengalami kesulitan untuk mencerna zat lilin tersebut. Karena tubuh kita memerlukan waktu sekitar 2-3 hari untuk mencerna zat lilin yang terdapat pada mie instan.

Dampak mengkonsumsi mie instan untuk tubuh

Dalam pembahasan diatas, sudah memberikan kita gambaran tentang dampak mie instan bagi kesehatan tubuh. Banyaknya zat-zat berbahaya yang terkandung dalam mie instan, tentu akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Dibawah ini adalah dampak buruk yang ditimbulkan mie instan bagi tubuh :

  • Menyebabkan kanker
    Banyaknya bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam mie instan, dapat berpotensi tinggi menumbuhkan sel-sel kanker dalam tubuh.
  • Menghambat metabolisme tubuh
    Apabila dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang, maka mie instant dapat menghambat metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna akan menjadi racun di dalam tubuh.
  • Kegemukan
    Tingginya kandungan lemak dalam mie instan dapat menimbulkan kegemukan bagi para pengkonsumsinya. Jika kita terlalu sering mengkonsumsi mie instan, maka kandungan lemak tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh dan dapat menimbulkan kegemukan.
  • Merusak organ-organ penting dalam tubuh
    zat-zat berbahaya yang terkandung dalam mie instan, tentu saja akan merusak organ-organ penting dalam tubuh. Akibatnya, fungsi organ-organ tersebut akan terganggu. Dan proses-proses dalam tubuh yang seharusnya berjalan dengan lancar, akan terganggu.

Solusi untuk mengkonsumsi mie instan

Walaupun mie instan mempunyai banyak kerugian untuk kesehatan tubuh, namun kita bisa sedikit menekan keburukan mie instan dengan melakukan beberapa cara. Seperti menambahkan beberapa bahan lain yang lebih bergizi kedalam mie instan. Seperti sayuran, telur, sosis, dan lain-lain.

Dalam mengkonsumsi mie instan kuah, kita tidak boleh menggunakan air rebusan pertama. Karna saat mie direbus, zat-zat berbahaya seperti lilin lepas dari mie dan menyatu kedalam air rebusan. Sebaiknya kita membuang air rebusan pertama dan menggantinya dengan air panas yang lebih bersih.

Kita juga harus mengatur waktu dalam mengkonsumsi mie instan. Kita tidak boleh mengkonsumsinya secara terus menerus. Minimal, kita harus memberi jarak sekitar 3 hari setelah kita mengkonsumsinya. Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh agar bisa mencerna kandungan lilin sampai benar-benar habis dan tidak menumpuk di tubuh. Karna penumpukkan lilin sangat berbahaya bagi tubuh

 

Penulis: Lia Pertiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *