Remaja Berprestasi di Tengah Krisis Multidimensional

Remaja berprestasi. gambar ilustrasi

NASIONAL – Remaja berprestasi? Apa mungkin di tengah krisis multidimensional seperti ini. Ternyata, banyak juga remaja yang berprestasi di samping ramainya berita-berita tentang kenakalan remaja yang menggelisahkan.

Sebenarnya, pencapaian  prestasi pada masa remaja sangat penting, terutama prestasi belajar, karena menjadi landasan untuk langkah-langkah selanjutnya.

Motivasi, berarti dorongan dari dalam diri yang akan membuat kita terfokus terhadap cara bertindak, berpikir, dan merasa untuk mencapai sesuatu serta mempertahankan perilaku tersebut, misalnya, motiovasi untuk menjadi anggota ekskul basket di sekolah akan membuat kita fokus memikirkan cara untuk lolos menjadi anggota tim basket.

Begitu pula dengan prestasi yang membutuhkan motivasi untuk mencapai kesuksesan. Motivasi berprestasi adalah keinginan untuk menyelesaikan sesuatu, mencapai suatu standar kesuksesan, dan berusaha untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Menurut Homer seperti yang dikutip dalam buku Adolescence, sekarang ini, banyak remaja yang takut akan kesuksesan. Mereka sangat khawatir tidak akan diterima oleh lingkungan sosialnya bila mereka sukses. Misalnya, siswa mengatakan, “Ah, itu hanya kebetulan. Sebenarnya, aku tidak pintar”.

Nah, sekarang apa yang harus dilakukan dalam menghadapi fenomena seperti ini

Tentu saja, kita tidak boleh larut dalam pandangan keliru tersebut. Kita memang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupan. Akan tetapi, kita juga punya kewajiban untuk mengembangkan potensi demi kebaikan bersama dan mencapai apa yang kita cita-citakan.

Jadilah remaja yang memiliki prestasi di bidang yang disukai. Remaja yang berhasil memiliki beberapa sifat, seperti yang diungkap oleh Pamela Espeland dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Remaja Gaul. Sifat-sifat tersebut didapat dari hasil survei dan wawancara yang dilakukan oleh pengarang dan pendidik, Judy Galbraith dan Jim Delisle, terhadap ribuan siswa sekolah di seluruh penjuru dunia. Beberapa sifat siswa yang berhasil dapat dilihat sebagai berikut.

  1. Kita yakin bahwa kinerja kita adalag tanggung jawab kita sendiri. Kita tidak perlu menyalahkan orang lain kalau nilai kita tidak memuaskan. Misalnya, dengan berkata “Guru biologiku yang sekarang payah”, atau tidak memuji orang lain atas kesuksesan yang kita raih.
  2. Kita berpendapat bahwa sekolah itu penting, tetapi bukan yang paling penting. Kita memberikan ruang dan waktu untuk menikmati aspek-aspek sosial yang lebih bersifat dewasa, seperti taman, kegiatan luar sekolah, organisasi, dan lain sebagainya.
  3. Kita memandang diri kita sebagai sosok yang kompoten dan mampu. Kita mampu melakukan sesuatu karena kita punya potensi.
  4. Jika kita tidak mendapatkan nilai sempurna dalam suatu mata pelajaran, kita tidak menganggap hal itu sebagai kegagalan.

 

Penulis: Haniyyah Salsabilah  (Mahasiswa UHAMKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *