Asrun Lio Sebut Kekayaan Alat Musik Tradisional Merupakan Warisan Budaya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum,. P.hD saat pengguntingan pita tanda dimulainya pameran nasional alat musik tradisional nusantara 2021. foto: yusrif/cekfkata.co.id

CEKFAKTA.CO.ID,. SULAWESI TENGGARA – Pameran nasional alat musik tradisional nusantara 2021 yang dilaksanakan oleh kantor Museum dan Taman Budaya provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sultra. Senin (22/11) malam.

Dalam kegiatan yang bertema Jejak Simponi Bangsaku tersebut dipamerkan 200 alat musik dari 31 museum se Indonesia.

Iklan Muna

Dalam acara itu juga Wagub Sultra H. Lukman Abunawas bersama Ketua DPRD Sultra H. Abdurrahman Shaleh, dan Kadis Dikbud Sultra Asrun Lio diminta untuk memainkan salah satu alat musik tradisional Sultra, Kala Kalado (Lado-lado).

Saat diwawancarai usai pembukaan, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum,. P.hD menyampaikan bahwa kekayaan alat musik tradisional merupakan warisan budaya yang harus di up knowledge dan diketahui oleh semua orang.

Kadis Dikbud Sultra Asrun Lio (kanan), Wagub Sultra, H. Lukman Abunawas (tengah) dan Ketua DPRD Sultra H. Abdurrahman Shaleh (kiri) saat memainkan alat musik tradisional Lado-lado

Asrun Lio juga mengatakan, dalam pameran tersebut, mewakili Sultra ditampilkan alat musik tradisional gambus.

“Kenapa gambus, karena gambus itu ada di Muna, ada di Tolaki, di Buton. Jadi kita mengambil alat musik tradisional yang dapat mewakili Sultra”, katanya.

Pameran alat musik tradisional ini diadakan, ungkap ketua IKA Unhas ini, bertujuan untuk memasyarakatkan agar diketahui oleh publik, dan tentu didalamnya ada histori dari alat musik tersebut.

Untuk pameran nasional alat musik tradisional nusantara 2022 yang akan dilaksanakan di Aceh, Asrun menyebut akan mempertimbangkan alat musik yang akan ditampilkan.

“Tentunya kita akan bawa alat musik, seperti yang tampil tadi itu alat musik gambus. Kita akan coba bawa yang ringan-ringan”, ucap orang nomor satu di Instansi Pendidikan Sultra itu.

Foto bersama dengan beberapa kepala museum di Indonesia. foto: yusrif/cekfakta

Ditambahkannya pula bahwa Sultra memiliki lima pilar pembangunan, salah satunya adalah Beriman dan Berbudaya. Tentu saja, lanjutnya lagi, semua yang berhubungan dengan budaya dapat masuk dalam program tersebut.

“Sumberdaya kebudayaan, jika semakin digali maka akan semakin kaya daerah itu. Kita punya empat etnis besar di Sultra ini, dan masing-masing memiliki khasnya dalam kebudayaan. Nah, jika terus digali maka daerah ini akan kaya”, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Sultra, Lukman Abunawas menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan salah satu aset bangsa yang harus dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan sebagia warisan dari nenek moyang.

“Seperti dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan budaya, diharapakan budaya-budaya nusantara tidak hanya kita pelihara dan lestarikan tapi perlu kita kembangkan”, kata Lukman Abunawas.

Wakil Gubernur Sultra, H. Lukman Abunawas

“Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menjalankan peran dalam rangka pemajuan budaya adalah dengan penyelenggaraan pameran musik tradisional nusantara”, tutupnya.

Pembukaan pameran nasional alat musik tradisional nusantara 2021 ditutup dengan pengguntingan pita oleh Kadis Dikbud Sultra sebagai tanda dimulainya acaranya pameran tersebut.

Wartawan: Yusrif Aryansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *