Begini KNPI Memaknai HUT Sultra ke 58

Foto bersama usai upacara peringatan HUT Sultra

CEKFAKTA.CO.ID,. SULAWESI TENGGARA – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Alvin Akawijaya Putra menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-58.

Pria bergelar Sarjana Hukum itu menghadiri upacara peringatan HUT Sultra didampingi jajaran pengurus.

Dijumpai usai upacara, Alvin (sapaan akrab) melalui Sekertaris Umum (Sekum) KNPI Sultra, Muhammad Daulat sedikit banyak menyampaikan pendapatnya perihal bagaimana KNPI memaknai hari lahirnya Bumi Anoa

“Di usianya yang ke-58 tahun, KNPI memaknai hari jadi Sultra sebagai warisan semangat dari pendahulu-pendahulu yang mesti terus dilanjutkan,” ujarnya.

Menurutnya, begitu besar rasa cinta para pejuang terdahulu untuk Sultra, sehingga pemuda masa kini harus bisa menjabarkan semangat juang itu dalam bingkai kemajuan, keamanan, kesejahteraan, serta bermartabat.

Hal itu, kata dia, sebagaimana tema yang diangkat Pemerintah Provinsi Sultra kali ini, yakni “GARBARATA Wujudkan Iklim Investasi yang Kondusif, Menuju Sultra Aman, Maju, Sejahtera, dan Bermartabat”.

Salah satu tugas pemuda kini yakni dengan memajukan potensi Sulawesi Tenggara agar dikenal di dunia luar. Hal itu harus terus digelontorkan agar Sultra dapat bersaing dengan daerah maju lainnya.

Terlebih tambah Sekum, Sultra kini sudah mulai banyak di lirik di kancah nasional, hal itu dibuktikan dengan berbagai event tingkat nasional yang menunjuk Sultra sebagai tuan rumahnya.

Untuk itu, lanjut Sekum, pemuda harus mampu meningkatkan sumber daya manusianya agar dapat bersaing untuk kemajuan Sultra.

“Semangat persatuan harus terus dijaga, agar potensi sumber daya alam tidak mengalahkan sumber daya manusianya, sehingga pemuda Sultra dapat berdaya mengelola dan membangun segalah aspek untuk kemajuan Sultra,” jelas Sekum.

Yang tidak kalah penting, kata lulusan magister Universitas Indonesia (UI) itu, pemuda juga harus memiliki karakter sosial, sehingga dapat duduk sama rendah serta bahu-membahu dengan masyarakat dan pemerintah membangun Sulawesi Tenggara.

“Sultra kini diperhadapkan dengan pengelolaan sumber daya alam secara besar-besaran, untuk itu pemuda harus mematangkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan dirinya, sehingga Ia mampu mempersiapkan jiwa raganya dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” ungkap mantan Presma UHO itu.

Di momen bersejarah itu, mewakili Ketum dan jajaran pengurus KNPI Sultra, Sekum berharap pemuda Sultra tidak terpecah-belah, agar bersama-sama mengembangkan keahlian demi tercapainya Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat.

Upacara peringatan hari besar kelahiran Bumi Anoa itu, digelar di pelataran rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimda lingkup Provinsi Sultra, OPD se-Sultra, bupati dan wali kota se-Sultra, instansi vertikal lingkup Sultra, Ketua dan jajaran DPD KNPI Sultra, Ormas Cipayung, DPR RI dan DPD RI asal Sultra, Ketua DPRD Sultra, Dandrem 143/HO, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan insan pers.

Bertindak selaku inspektur upacara, Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH dan komandan upacara dari perwakilan Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara.

Acara diawali dengan laporan Komandan upacara kepada Inspektur upacara bahwa upacara akan segera dimulai, tepat pukul 10.23 Wita.

Giat dilanjutkan dengan penghormatan kepada Lambang Provinsi Sultra, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara mengucapkan rasa syukur karena kini Sulawesi Tenggara telah genap berusia 58 tahun.

“Alhamdulillah tepat Rabu 27 April ini Sulawesi Tenggara yang kita cintai telah berusia 58 tahun, semoga dari mulai terbentuknya hingga sampai saat ini dan ke depan daerah yang kita banggakan ini akan kian berjaya,” ujar Gubernur di awal sambutannya.

Di momen bersejarah itu, Gubernur berpesan kepada seluruh hadirin agar tidak memaknai hari besar Sultra hanya sebatas sebagai acara seremoni semata.

Namun lebih dari itu, kata Gubernur, peringatan hari jadi Sulawesi Tenggara merupakan momentum untuk merenungkan perjuangan tokoh-tokoh terdahulu yang telah berjuang memekarkan dan membangun Sultra hingga seperti sekarang.

“Semoga momen ini dapat membuka hati nurani kita akan sukarnya perjuangan pendahulu Sultra, semoga dapat membuka batin kita akan berharganya warisan yang ditinggalkan para pejuang kita,” pungkas Gubernur.

Sebagai penikmat perjuangan para pembesar Sultra 58 tahun lalu, tambah Gubernur, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi kepada mereka.

“Untuk itu, dalam momentum penuh makna ini, izinkanlah saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tokoh pemekaran dan para gubernur terdahulu atas kontribusinya untuk Sulawesi Tenggara tercinta,” ungkap Gubernur penuh sahaja.

Ungkapan terimakasih juga disampaikan Gubernur kepada bupati dan wali kota terdahulu di kabupaten/ kota yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk pembangunan Sulawesi Tenggara di daerah masing-masing.

Atas perjuangan itu, sambung Gubernur, Sulawesi Tenggara meski menghadapi berbagai tantangan namun kini terus bergerak maju dalam berbagai aspek.

“Walaupun memang masih banyak kekurangan yang harus kita benah bersama demi kemajuan Sultra,” pungkas Gubernur.

Gubernur berharap meski Sulawesi Tenggara memiliki beragam adat dan budaya, namun masyarakat harus tetap bersatu, bersama kita bangun Sultra sesuai kapasitas masing-masing.

“Kita harus bangga menjadi masyarakat Sulawesi Tenggara, dengan begitu akan tumbuh semangat dan cinta membangun daerah ini,” imbuh Gubernur.

Di akhir sambutannya Gubernur mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam peringatan HUT Sultra ke-58 dan kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri hari terbentuknya daerah pimpinannya itu.

“Mari kita per kokoh persatuan dan terus bersinergi membangun Sultra, agar tercipta Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat,” tutup orang nomor satu di Sultra itu.

Usai menyampaikan amanat dan pemberian satya lencana karya satya kepada penerima, Inspekrur Upacara kemudian kembali ke Mimbar Kehormatan.

Acara ditutup dengan penghormatan kepada bendera lambang Sulawesi Tenggara sebelum dibawa meninggalkan tempat upacara, dilanjutkan dengan persembahan Mars Garbarata.

Kontributor: IMA

Publisher: YUSRIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.