LPM STMIK Bina Bangsa Kendari Laksanakan KKP Reguler 2022 di Dua Desa di Konkep

LPM STMIK Bina Bangsa Kendari Laksanakan KKP Reguler 2022 di Dua Desa di Konkep

CEKFAKTA.CO.ID,. KONAWE KEPULAUAN – Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Bina Bangsa (BB) Kendari memberangkatkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Reguler 2022 di dua kecamatan di Konawe Kepulauan (Konkep), yaitu Desa Langara Indah Kecamatan Wawonii Barat dan Desa Lansilowo Kecamatan Wawonii Utara.

Pelaksanaan KKP mahasiswa STMIK BB Kendari itu sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengusung tema “Membangun Indonesia dari Desa”.

Iklan Muna

Ketua STMIK Bina Bangsa BB Kendari, Benyamin, S.Kom,. M.Kom mengungkapkan situasi pemulihan masa pandemi, mendorong mahasiswa untuk tidak menyerah dan dapat hidup berdampingan dalam pelaksanaan KKP tersebut.

“Kita semua sadar bahwa tidak ada sektor kehidupan satupun yang mampu menghindar akibat dampak ini, termasuk UMKM. Bukan saatnya bagi kita untuk menyerah tetapi memberikan pembelajaran bagaimana kita bisa menerapkan strategi adaptasi dan reduksi. Sehingga, kreativitas dalam pelaksanaan KKP merupakan bentuk keterpanggilan di tengah situasi pemulihan masa pandemi covid-19 yang patut disyukuri,” ungkap Benyamin saat dihubungi via Whatsapp. Kamis (31/3/2022).

Ditambahkannya, KKP yang dilaksanakan sejak April hingga Mei 2022 itu diharapakan dapat menyelesaikan kasus-kasus kesehatan di tengah pandemi covid-19. Selain itu antara pemerintah dan mahasiswa juga diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan kepentingan masyarakat.

“Tentunya  dipayungi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah setempat untuk selalu mendukung kebijakan-kebijakan yang bijaksana sehingga kepentingan masyarakat selalu bisa dipikirkan dan dibina bersama potensi mahasiswa yang kita miliki,” ujar Benyamin.

Dia juga mengajak mahasiswa untuk memberikan ruang kepada masyarakat terutama dalam memperkenalkan keunikan yang dimiliki oleh desa setempat, baik melalui wisata, produk lokal, maupun kesenian.

“KKP bukan sekedar formalitas untuk memenuhi tuntutan administrasi akademik. Namun, menjadi wahana sosialisasi, memaknai kehidupan masyarakat, sekaligus mengambil peran positif dalam pemberdayaan masyarakat sesuai disiplin ilmu masing-masing sehingga mengakselerasi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Diakhir, Benyamin kembali berharap agar mahasiswa KKP dapat menjadi agen pembaharuan dan perubahan bagi kemajuan desa-desa.

Untuk diketahui, Benyamin juga meluncurkan program  Digital Promotion. Program ini ditujukan untuk membantu mempromosikan Kampus STMIK Bina Bangsa Kendari Dalam media sosial Dan Instansi atau sekolah yang di tuju agar elektabilitas kampus tetap terjaga.

Ditemui di lokasi KKP, Aldi Lamoito mahasiswa jurusan Sistem Komputer mengatakan bahwa alasan memilih dua desa di Konkep yaitu untuk menginspirasi dan memajukan masyarakat di desa setempat, baik mengembangkan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kesehatan dari potensi yang sudah ada guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan KKP yang dilakukan oleh kelompok Konkep ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan”. Program yang dijalankan diantaranya ialah pelatihan mengenai pembuatan makanan inovasi berupa makanan khas daerah dan pendampingan masyarakat desa dalam memasarkan produk melalui online marketplace, pendampingan kegiatan belajar untuk anak-anak di Desa Lansilowo dalam memahami dan mengerjakan tugas terkait materi dari sekolah, serta teknologi tepat guna berupa berupa tempat cuci tangan handless sebagai upaya mengurangi kontak fisik antar individu.

“Mengedukasi masyarakat desa tentang penggunaan masker yang baik dan benar, edukasi rempah dan rimpang sebagai alternatif penangkal virus Covid-19 varian Omicron, edukasi tentang Covid-19 dan protokol kesehatan, serta pembuatan produk dan video animasi dispenser hand sanitizer dari pipa,” jelasnya.

“Juga edukasi cara mencuci tangan yang benar kepada anak, edukasi mengenai isolasi mandiri dan nasal irrigation, edukasi tentang Covid-19 dan pentingnya menjaga kesehatan, edukasi pembuatan alat hand sanitizer otomatis, serta pembuatan dan penyemprotan disinfektan,” urainya.

Laporan: Ratkam

Editor: YA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *