Soal Rekreasi Antar Angkatan, Begini Tanggapan Kajur Bahasa Inggris UHO

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Unggris, FKIP, UHO, Dr. Ader Laepe, S.S,. M.Hum

CEKFAKTA.CO.ID,. KENDARI – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, UHO, baru saja melaksanakan kegiatan rekreasi antar angkatan, Sabtu (13/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua HMJ Pendidikan Bahasa Inggris, Awalludin sempat memaparkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin sillaturahmi antar angkatan, sekaligus mengakrabkan pengurus serta anggota himpunan guna perkembangan organisasi kedepannya.

Menanggapi hal itu, Ketua Jurusan (Kajur) Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Ader Laepe, S.S.M.Hum bahwa pihaknya sangat menyayangkan kegiatan tersebut karena tidak sesuai prosedur organisasi dan administrasi.

Ader Laepe mengungkapkan bahwa selaku Kajur, ia merasa kecewa karena tidak mengetahui sama sekali adanya kegiatan rekreasi yang diselenggarakan oleh jurusan yang dipimpinnya.

“Jangankan izin, pemberitahuan pun tidak ada sama sekali yang tersampaikan kepada Kajur,” Ungkap orang nomor 1 di Jurusan Pend. Bahasa Inggris UHO ini, saat ditemui di ruangannya. Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan itu sangat beresiko bagi mahasiswa dan dosen – dosen, khususnya di jurusan Bahasa Inggris.

“Sudah banyak kasus yang terjadi karena kegiatan – kegiatan seperti itu dan sangat beresiko hingga viral di banyak media. Jika terjadi apa apa, kira-kira siapa yang bertanggung jawab?,” tuturnya.

Ader Laepe juga menjelaskan bahwa kegiatan yang bernuansa Bina Akrab yang melibatkan mahasiswa baru itu telah diharamkan oleh pihak Universitas maupun Fakultas.

“Penyelenggaraan kegiatan yang bernuansa Bina Akrab itu sangat diharamkan oleh pihak Universitas dan Fakultas. Rekreasi boleh boleh saja tapi jangan melibatkan mahasiswa baru,” tegasnya.

Ia juga mengaku bahwa sebelumnya telah menerima komplain dari salah satu orang tua mahasiswa yang mengikuti kegiatan rekreasi.

“Saya di japri langsung oleh orang tua mahasiswa bahwa anaknya terlambat pulang karena mengikuti kegiatan rekreasi Jurusan pend. Bahasa Inggris,” urainya.

“Awalnya saya tidak percaya dan membantah bahwa di Jurusan Bahasa Inggris itu ada rekreasi atau Bina Akrab, karena memang tidak ada pemberitahuan dari pihak HMJ sebelumnya,” lanjut Ader Laepe.

Dia juga mengungkapkan bahwa akan menyerahkan masalah ini kepihak fakultas, dan sebagai Kajur ia akan lepas tangan atau tidak bertanggung jawab atas masalah ini.

“Dosen di kampus adalah orang tua bagi mahasiswa tetapi jika anak itu berbuat tidak benar maka biar fakultas yang memberikan sanksi, dan saya tidak mau bertanggung jawab karena hal itu,” tandasnya.

Ditempat yang berbeda Ketua HMJ Pendidikan Bahasa Inggris Awalludin, menjelaskan bahwa kegiatan rekreasi adalah kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan dengan tujuan agar terjalin kedekatan emosional antara mahasiswa.

“Kegiatan rekreasi adalah kegiatan yang bersifat terbuka yang diselenggarakan oleh HMJ dan melibatkan seluruh angkatan baik itu mahasiswa aktif maupun alumni, artinya tidak ada unsur paksaan untuk mahasiswa, baik itu mahasiswa lama maupun mahasiswa baru,” terang pimpinan lembaga kemahasiswaan tingkat jurusan itu.

Awalludin menjelaskan bahwa kegiatan rekreasi yang dilaksanakan kemarin, tidak seperti kejadian -kejadian viral di media, yang melakukan kontak fisik atau kegiatan berbau kekerasan.

“Kegiatan itu berisikan games atau permainan permainan yang melibatkan semua angkatan dan ada banyak pentas pentas seni yang di tampilkan mulai dari pembacaan puisi hingga tarian tradisional maupun tarian modern,” lanjutnya.

“Kita ibaratkan saja kegiatan itu adalah kegiatan yang bernuansa liburan, tidak ada sedikit pun kontak fisik atau kekerasan yang terjadi”, tegasnya.

“Sebagai orang tua dari mahasiswa Pend. Bahasa Inggris saya paham dengan kekhawatiran beliau, tetapi berbicara kegiatan kemahasiswaan kami pasti lakukan sesuai prosedur dan norma – norma yang ada di HMJ Pendidikan Bahasa Inggris dimana perilaku yang berbau kekerasan atau kontak fisik kami telah tinggalkan,” terang Awal.

Sedangkan, mengenai perizinan dan pemberitahuan kepada jurusan, Awalludin menjelaskan bahwa ia dan pihaknya akan meminta maaf kepada Kajur bersama jajarannya terkait kesalahpahaman tersebut.

“Mengenai pemberitahuan dan perizinan, Saya selaku ketua HMJ bersama sama panitia penyelenggara akan meminta maaf kepada Pihak Jurusan, Fakultas dan Universitas,” tandasnya.

Laporan: REKSI

Editor: ISMITH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.