Filsafat Alamsyah: Jangan Manja dengan APBD

Ketua KNPI Kota Kendari, Filsafat Alamsyah

CEKFAKTA.CO.ID,. KENDARI – Belum lama ini muncul pemberitaan disalah satu media online dengan judul Antara KNPI Swasta dan Negeri, Rami Musrady: KNPI Mitra Pemerintah.

Dalam berita itu, ketua OKK DPD KNPI Sultra dibawah kepemimpinan Alvin Akawijaya Putra, Rami Musrady Zaini menyampaikan bahwa istilah swasta maupun negeri merupakan hal yang tidak patut disematkan pada KNPI, karena seyogyanya KNPI lahir sebagai mitra pemerintah.

Iklan Muna

Untuk diketahui, istilah “negeri dan swasta” awalnya diucapkan oleh Ketua Umum (Ketum) DPD KNPI Sultra, Muh. Amsar saat Musda di kota Kendari beberapa waktu lalu.

Menaggapi pemberitaan tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Kendari, Filsafat Alamsyah mengatakan, statement Muh. Amsar dalam Musda salah dipahami. Sebab kata Filsafat, mereka hanya memotong peristilahannya saja dengan melupakan konteks gagasan yang ditawarkan oleh Amsar.

Padahal, kata dia, itu merupakan bagian dari motivasi sebagai pemuda agar jangan manja dengan APBD.

“Konsep yang ditawarkan Ketua Amsar adalah bagaimana Pemuda sebagai mitra pemerintah memiliki kekuatan ekonomi sebagai penopang dalam berkarya”, kata Filsafat Alamsyah melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini. Kamis (28/10) malam.

“Betul apa yang Rami katakan bahwa KNPI sebagai mitra pemerintah. Namun jangan sampai memanfaatkan kedekatan tertentu untuk bertindak nepotisme atau bahkan primodrial”, tambah pria yang akrab disapa Safat ini.

Menurut Safat, mitra bukan berarti bersatu, tetapi beriringan dengan tetap menjunjung tinggi independensi sebagai pemuda.

“Patut disayangkan Rami memproduksi isu yang kontraproduktif. Terlebih dia tidak memaknai gagasan yang ditawarkan oleh Ketua Amsar. Ini jaman pertarungan gagasan dan karya”, ucapnya.

“Kami menyayangkan statemen tersebut keluar dari pikiran orang yang terbilang tidak muda lagi dalam dunia organisasi. Namun kami harus meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman”, lanjutnya lagi.

Filsafat mengajak seluruh elemen pemuda agar menghidupkan pertarungan gagasan dan karya. Dikatakannya pula bahwa di daerah-daerah (DPD II) gagasan Muh. Amsar telah dipahami. Sekali lagi dia menegaskan bahwa istilah swasta artinya jangan manja dengan APBD.

“Kita tahu semua, sejarah KNPI itu seperti apa, yang lebih penting adalah menjaga marwah KNPI itu sendiri dengan tidak membawanya pada kepentingan oligarkis atau tendensi lainnya”, pungkasnya.

Laporan: Yusrif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *